DOMINASI JUMP-SCARES DALAM ANABEL CREATION

2 Comments

Share In Social Media

View Post3692

DOMINASI JUMP-SCARES DALAM ANABEL CREATION

PLOT YANG LAMBAT DENGAN KLIMAKS YANG SEDERANA

 

Tentunya kamu masih ingat kan dengan boneka menakutkan Anabel yang tayang 2014 tahun silam.  Kini sekuel film tersebut sedang  tayang loh di bioskop kesayangan kamu dengan ide cerita yang masih  sama. Boneka bernama Anabel tetap menjadi objek utama asal muasal hadirnya hantu yang pada akhirnya merasuki tubuh Janice ( Talitha Batean).

 

Bisa dibilang plot dalam Anabel Creation bergerak lambat. Diawal cerita sampai pertengahan hanya disuguhi perumahan di tengah padang rerumputan dan sekelompok anak panti asuhan. Perlahan-lahan hantu Anabel pun mulai dimunculkan dengan menggunakan shoot yang pendek dan tanggung,  atau disebut juga dengan istilah jump-scares.

 

Anabel Creation

 

Baca Juga : ZIARAH, PERJUANGAN MBAH SRI UNTUK MENCARI MAKAM SUAMI

 

Jump Sacre sebenarnya adalah hantu bias yang sengaja dimunculkan berkali-kali untuk membuat penonton penasaran, ketautan dan berteriak. Metode klasik ini lah yang digunakan sutradara  Dafid F. Sandbreg dalam film Anabel Creation.

 

Jump Scare kerap ditampilkan dalam banyak scene dibeberapa film horor. Tentunya kamu masih ingat bagaimana Janice dan sahabat terbaiknya Linda ketakutan karena ada beberapa benda disektarnya tiba-tiba begerak, pada hal tidak ada hantu yang muncul. Lalu secene tersebut pun langsung melompat ke scene berikutnya dengan adegan anti klimaks.

 

Awalnya saya memprediksi dalam Anabel yang kedua akan banyak hantu-hantu gentanyangan di beberapa scene. Berharap dengan sedikit yakin akan disuguhkan klimaks yang berapi-api dalam durasi yang cukup lama. Mengigat Anabel pertama memberikan klimaks yang panjang dan menegangkan. Jika diperhatikan secara teknis Anabel creation seperti sengaja dibuat dalam klimak-klimaks pendek dan langsung dialihkan ke antiklimaks. Begitu terus hingga akhir cerita.

 

Anabel Creator

AC-FP-007r
Film Name: ANNABELLE: CREATION
Copyright: © 2017 WARNER BROS. ENTERTAINMENT INC. AND RATPAC-DUNE ENTERTAINMENT LLC
Photo Credit: Courtesy of Warner Bros. Pictures
Caption: TALITHA BATEMAN as Janice in New Line Cinema’s supernatural thriller “ANNABELLE: CREATION,” a Warner Bros. Pictures release.

 

Baca Juga : SWEET 20, MISS GRANNY ALA NUSANTARA

 

Latar belakang hantu anabel juga rasanya kurang menyakinkan. Dalam beberapa dialog hanya disebutkan bahwa Anabel hanya sesosok roh jahat yang pura-pura masuk dalam mendiang putri keluaraga sepasang suami istri. ( Anthony Lapagila dan Miranda Otto ) Kepergian putri semata wayagnya membuat mereka kesepian dan memutuskan untuk menampung beberapa anak panti asuhan perempuan di rumah mereka.

 

Disamping ide cerita dan penyajiannya yang terlalu umum masih ada beberapa hal yang patut dipuji dalam Anabel creation. Teknik pengambilan gambarnya yang begitu indah dan sinematografi yang artistik membuat Anabel creation lebih berkelas dari pada Anabel yang pertama. Rumah kediaman Samuel dan Eshter yang besar dan sepi,  disorot dengan pengambilan gambar dari angel yang penuh dengan seni. Bisa dibilang rumah tersebut menjadi magnet untuk menambah rasa takut penonton.

 

Anabel Creation

 

Baca Juga: DESERT CHILDREN ( ANAK-ANAK GURUN )

 

Penampilan dua bocah Janice dan si pemberani Lulu juga cukup mengesankan. Walaupun mereka tidak tampil sempurna tapi paling tidak bisa mengekspresikan rasa takut mereka di depan kamera, dan tentu saja hal tersebut membuat penonton berteriak ketakutan.

 

Sementara suster Charlote ( Stephanie Sigman ) walaupun bukan dari kalangan aktris terkemuka mampu menghidupkan peranya sebagi suster yang tegas, lembut dan penyabar. Saya berharap suster charlote menjadi eksekutor utama untuk menaklukan hantu Anabel dengan long shoot yang menegangkan, tapi ternyata Suster Charlote hanya berperan membaca sekali doa dalam adegan yang singkat untuk mengusir hantu gentanyangan Anabel.

 

Anabel Creation

 

Baca Juga: LIMA HAL BURUK INI YANG AKAN TERJADI JIKA FACEBOOK BENAR-BENAR TUTUP DI INDONESIA

 

Bisa dikatakan klimaks Anabel sangat sederhana. Tidak sesuai prediksi bukan karena memberikan kejutan, justru tidak ada kejutan yang ditampilkan saat klimaks. Klimaks berakhir dengan cepat tanpa perlawanan yang berapi-api dan menyeramkan.

 

Cerita pun sengaja diakhiri dengan pembunuhan orang tua angkat Anabel yang konon katanya sebagai klu untuk film Conjuring selanjutnya. Apakah kamu justru penasaran? Atau malah menganggap ending film ini sedikit aneh?

 

Check Trailer disini

Follow Me In Social Media
Categories: MOVIE Tags: Tags:

2 Responses to “DOMINASI JUMP-SCARES DALAM ANABEL CREATION”

Leave a Reply